• Rapat Kerja Nasional Korps Menwa Indonesia
  • Rakernas Korps Menwa Indonesia diadakan pada 14-16 Agustus 2015 bertempat di Cipayung - Bogor

  • Sepeda Santai Keluarga Mahawarman IPB
  • Gowes sepeda santai Keluarga Mahawarman IPB di Kampus IPB Darmaga Bogor tgl 22 Mei 2016

    Photo Session Temu Alumni

    Dokumentasi foto Alumni dan Keluarga yang hadir pada Temu Alumni Korps Menwa IPB di Kebun Raya Bogor 1 Agustus 2015

    Demo ketangkasan bongkar pasang Senapan SS1

    Demo ketangkasan bongkar pasang senjata Senapan SS1 dalam Masa perkenalam Mahasiswa Baru (MPKMB)Diploma IPB tgl 29 Agustus 2015 di Kampus IPB Baranangsiang - Bogor.

    Terbentuknya Keluarga Mahawarman IPB

    Pada Rapat Korps tanggal 15 Mei 2016 telah disepakati terbentuknya organisasi "Keluarga Mahawarman IPB" sebagai wadah persatuan dan silaturahmi seluruh alumni Mahawarman IPB

    Senin, 14 Desember 2020

    Audiensi dengan Rektor IPB, Alumni Menwa IPB Siap Bermitra dan Bersinergi

     


    BOGOR,-  Audiensi Alumni Menwa Mahawarman IPB dengan Rektor IPB menghasilkan pemikiran positif dalam peran serta dalam bela Negara dan penguatan kelembagaan Alumni, (14/12). Audiensi ini bertujuan sebagai sarana silahturahmi dan pengabdian Alumni Menwa kepada almamater.

    Rektor IPB Prof.Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengapresiasi pertemuan dengan Alumni Menwa sebagai mitra dalam penguatan kesadaran bela negara di IPB dan dukungan kepada Resimen Mahasiswa IPB.

    Rektor menambahkan bahwa IPB memberi perhatian lebih kepada penguatan kesadaran bela Negara. IPB sejak tahun 2018 sudah melaksanakan pelatihan bela Negara di Yonif  untuk 6000 mahasiswa baru.  Diharapkan Menwa IPB dapat terlibat sekaligus untuk mendukung proses kaderisasi di Menwa IPB. Harapan kedepannya kualitas dan kuantitas Menwa IPB semakin bertambah.

    Wakil Rektor IPB Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Si. yang turut mendampingi Rektor menyampaikan bahwa  IPB sudah melaksanakan Outstanding Student College (OUTSCO) bagi Mahasiswa berprestasi, dan Pimnas dididik bela Negara di Pusdiklatpur Gunung Bunder; dan Apabila IPB memerlukan keahlian khusus dari alumni, seperti keahlian SAR atau keahlian tertentu, dapat ditawarkan ke alumni untuk memberikan pengajaran.

    Dalam kesempatan tersebut Rektor menyampaikan kesediaanya menjadi Anggota Kehormatan Alumni Menwa Mahawarman IPB. 

     


    Berita terkait:

    https://ipb.ac.id/news/index/2020/12/audiensi-dengan-rektor-ipb-university-alumni-menwa-mahawarman-siap-bermitra-dan-bersinergi/d3a3b5861609dd0fd9fe944df48c6d61

    https://www.radarbogor.id/2020/12/15/rektor-dan-alumni-menwa-mahawarman-ipb-dukung-kegiatan-bela-negara/

    https://republika.co.id/berita/qlgkkx374/rektor-ipb-university-menwa-masih-tetapdibutuhkan

    https://m.kumparan.com/news-release-ipb/audiensi-dengan-rektor-ipb-university-alumni-menwa-siap-bermitra-dan-bersinergi-1un1UlLsNlU

    https://bogor-kita.com/bela-negara-wajib-bagi-mahasiwa-baru-di-ipb-melibatkan-yonif-315/

    https://www.telaah.id/2020/12/17/rektor-ipb-university-menwa-masih-tetap-dibutuhkan/

     

     

     

    Alumni Menwa IPB Turut Serta Mengikuti Upacara Sertijab Komandan Menwa IPB

     

    Alumni Menwa Mahawarman IPB turut mengikuti Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Menwa Mahawarman IPB yang diselenggarakan secara online pada hari Minggu, 13 Desember 2020.

    Serah terima dilaksanakan dari Komandan lama Syifa Nurrahmah dari Program Studi Teknologi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian Angkatan 2017 kepada Muhammad Aldy Luthfiansyah dari Program Studi Teknologi Hasil Perairan Angkatan 2018. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Prof. Dr. Ir. Sumardjo, M.S., Pembina Menwa Mahawarman IPB.

    Ditengah kondisi pandemi yang melanda, upacara dapat berlangsung secara khimat tanpa adanya kendala yang berarti.

    Inspektur Upacara menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Komandan Syifa dan selamat bertugas kepada Komandan Aldi. Diharapkan kedepannya kualitas dan kuantitas Menwa Mahawarman IPB dapat meningkat.

    JAYA MAHAWARMAN SEPANJANG MASA.

     

    Senin, 02 November 2020

    Prof Sumardjo Raih Penghargaan Peneliti Terbaik Bidang Sosial di IPB Awarding Day 2020


    Prof. Sumardjo, Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia, meraih penghargaan Peneliti Terbaik Bidang Sosial dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University pada IPB Awarding Day 2020.

    Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor IPB, Prof. Arif Satria kepada Prof. Sumardjo yang juga Ketua Umum Alumni Menwa Mahawarman IPB di IPB International Convention Center, Sabtu, (31/10/2020)

    Prof. Sumardjo merupakan dosen di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (SKPM-Fema) IPB University. Prof Sumardjo banyak melakukan riset di bidang pengembangan komunitas. Sejak tahun 1994, ia selalu mendapatkan dana hibah penelitian kompetitif. Sejak tahun 2015, ada 6 judul penelitian dana hibah kompetitif yang dilakukannya. Prof Sumardjo banyak menuliskan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional. Sebanyak 207 jurnal ilmiah internasional dan 89 jurnal ilmiah nasional berhasil ditulisnya. Prof Sumardjo memiliki nilai H-Index SINTA 15 dan H-Index Google Scholar 24. Selain menulis untuk jurnal ilmiah, Prof Sumardjo juga aktif menulis buku. Sebanyak 25 judul buku telah diterbitkan.

    Sabtu, 18 Juli 2020

    Resimen Mahasiswa IPB University Perkuat Jiwa Belanegara



    Karakter bangsa memegang kata kunci dalam proses kemajuan suatu bangsa. Negara dengan karakter bangsa yang kuat, dapat dianalogikan dengan kendaraan bertenaga besar, yang mampu melajukan kendaraan dengan cepat, sehingga karakter bangsa berfungsi melipatgandakan kekuatan. Nilai-nilai luhur budaya bangsa harus dijadikan pondasi penyusunan karakter bangsa.

    Hal itu disampaikan Mayjen TNI Arief Teguh I, SE, MM selaku Asintel KSAD-TNI Angkatan Darat dalam kegiatan Seminar Online Belanegara bertajuk Penguatan Karakter Bangsa untuk Indonesia Maju, yang diadakan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman IPB University dan Himpunan Alumni Menwa IPB University, (15/7).

    Ia melanjutkan, peran pemimpin sebagai simbol dan teladan memiliki peran yang sangat kritis dalam memberikan edukasi kepada warga negara, dengan memberikan contoh. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran dalam pembangunan karakter bangsa. Pemuda sebagai character builder, character enabler, dan character engineer.
    “Tergerusnya karakter positif seperti ulet, jujur, yang dibarengi tumbuhnya karakter negatif seperti malas, koruptif, menuntut pemuda untuk merespon dengan cepat. Pemuda harus menjadi pioneer sebagaimana dicontohkan pemuda generasi dahulu. Mahasiswa saat ini harus bertekad menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif,” tegasnya.

    Sementara itu, mengutip pernyataan Ir Soekarno, Presiden RI pertama, Dr Prabawa Eka Soesanta dari Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bahwa jika suatu bangsa ingin mencapai tujuan dan cita-cita bernegara, maka syaratnya kita harus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian kebudayaan indonesia.

    Tiga hal itulah yang dikenal dengan trisakti.
    “Dulu VOC menjajah kita dengan politik pecah belah. Kenapa mereka melakukan itu? Karena kalau kita bersatu, kita bisa berdaulat. Kalau kita berdaulat, maka keadilan dan kemakmuran akan tercapai dengan sendirinya. Oleh karena itu anasir-anasir asing selalu menginginkan kita tidak bersatu dan berdaulat supaya mereka tetap bisa menikmati apa yang kita miliki,” ujarnya.

    Dalam kesempatan sama, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menuturkan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia harus ditunjukan dengan inovasi yang unggul. Hal itu hanya bisa dicapai dengan karakter yang kuat akan kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan kemampuan berjejaring.  "Indonesia akan maju kalau kita bisa merespon perubahan dengan cepat dengan upaya extraordinary. Saatnya kita menciptakan future practice, sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain. Kalau kita mengacu pada best practice, maka kita akan menjadi follower. Itu adalah pilihan. Mau jadi leader atau follower,” tuturnya.

    Prof Dr Sumardjo menegaskan bahwa peran perguruan tinggi dalam pendidikan bela negara menjadi penting. Pembina Menwa IPB University ini mengatakan, pendidikan bela negara perlu adaptif dan inovatif. “Kita harus mengembangkan ide bela negara dengan dinamis, aktual. Tidak dari jaman dulu sampai sekarang sama. Padahal lingkungan dan situasinya berbeda. Nilai-nilainya jelas, tapi pola, metode dan tekniknya harus beradaptasi,” katanya. 

    Sumber : link.ipb
     
    Berita terkait: